Potensi Pemuda Cipakem Dibidang Olahraga Belum Dioptimalkan!
![]() |
| Sumber gambar dari karang taruna desa cipakem |
Kali ini penulis
akan menyampaikan potensi pemuda Cipakem dari sudut pandang keolahragaan. Tahun
lalu, tepatnya 2015 karang taruna Candera Saraya Desa Cipakem
menggelar kejuaraan bulutangkis untuk pertama kalinya, dan disusul beberapa
bulan kemudian dalam mengisi momentum hari kemerdekaan 17 Agustus 2015
mengadakan kejuaraan bola voli yang sasarannya adalah seluruh pemuda Desa
Cipakem.
Dengan
diselenggarakannya kegiatan olahraga tersebut, penulis melihat potensi
terpendam dari pemuda Desa Cipakem,banyak dari peserta yang antusias dalam
mengikuti kejuaraan bulutangkis dan bola voli,bahkan untuk kejuaraan
bulutangkis yang bisa dibilang peminatnya sedikit karena terbatasnya sarana dan
memang di Cipakem sendiri kurang populer. Namun pada kenyataannya banyak
peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Bahkan, selain orang
dewasa ada juga dari kalangan anak-anak yang mendaftar sebagai peserta.
Kemudian antusias pemuda dari seluruh pelosok desa yang mengikuti kejuaraan
bola voli sangat bersemengat sekali terlihat dari beberapa dusun/blok yang
mendaftarkan lebih dari satu tim bola voli.
Dari kegiatan tersebut, banyak pemain berbakat yang bermunculan seperti yang
disampailan oleh salah seorang warga.
“Diayakeunna lomba sapartos bola voli seueur pamuda anu terangsang kanggo
ngembangkeun potensi pamuda Cipakem. Komo deui lamun dilatih jadi pemaen
profesional, jiga baheula deui meuren desa Cipakem diakui ku desa lain dina
olahraga volina”.
Memang benar dulu pemuda
cipakem punya prestasi dalam olahraga voli, sering mengikuti kejuaraan
antar desa dsb. Namun berbeda dengan sekarang, untuk bisa mengikuti
kejuaraan diluar desa sepertinya sudah jarang terjadi karena kurangnya dukungan
dari berbagai pihak, seperti hilang komunikasi, koordinasi, dan kekompakan.
Tidak hanya bulutangkis dan bola voli, ternyata pemuda Cipakem juga senang
dalam olahraga sepakbola, walaupun sepakbola Cipakem musiman maklum masyarakatnya
banyak yang pergi keluar desa untuk bekerja, sehingga hanya ramai pada waktu
tertentu seperti saat lebaran dan tahun baru. Tapi olahraga tersebut selalu
ada, ditambah lagi oleh kalangan remaja yang senang dengan olahraga futsal,
tidak diragukan lagi sering kali pemain futsal pergi keluar desa untuk bisa
bermain, karena di desa Cipakem belum ada lapangan futsal, namun itu bukan
alasan atau hambatan penulis sering melihat kegiatan tersebeut dilakukan. Hal
itu mencerminkan pemuda Desa Cipakem punya potensi dalam bidang olahraga yang
harus dikembangkan. Menurut penulis pemuda desa Cipakem punya potensi dalam
bidang olahraga, tentunya dengan pendidikan dan pelatihan yang tepat, sering di
adakannya kejuaraan minimal untuk skala se-desa Cipakem, sehingga mental,
keterampilan, dan jam terbang pemain bertambah, selain itu dukungan dari
pemerindah setempat berupa pemerataan sarana dan prasarana olahraga yang layak.
Sehingga para pemain bisa berkembang dengan maksimal dan bisa mengharumkan desa
Cipakem.
Dalam
hal ini penulis berharap semua elemen masyarakat optimis dan mendukung dalam
kegiatan-kegiatan pemuda yang sifatnya positif, khususnya dalam bidang
olahraga, dan pemerintah Desa Cipakem memberikan perhatian yang lebih serius
dalam menyikapi hal tersebut. Penulis sampaikan mohon maaf bila ada kesalahan
dalam penulisan, semua yang dimuat diatas berdasarkan pengalaman dan
pengetahuan penulis yang terbatas.



Komentar
Posting Komentar