Kebiasaan Masyarakat Cipakem Ke Arah Budaya Dan Prilaku Konsumtif
Cipakemnews.blogspot.com - Belakangan ini banyak sekali
pedagang dari luar desa yang berdatangan ke Cipakem, hal itu menunjukan
masyarakat punya daya beli yang tinggi, terbukti pedagang dari luar malah makin
genjar berdagang di Cipakem. Seperti pernyataan teori ekonomi “Semakin maju
ekonomi masyarakat semakin tinggi juga daya belinya”. Benarkah masyarakatnya
sudah seperti itu?
Kenyataannya adalah, masih banyak masyarakat yang
pergi merantau untuk bekerja, masih ada yang bekerja serabutan, bahkan menganggur.
Sehingga, kondisi tersebut menjadi ciri atau indikasi masyarakat belum pantas
disebut masyarakat yang maju perekonomiannya.
Memungkinkan, Cipakem menjadi ladang, lahan, atau
pasar yang menguntungkan bagi para pedagang. Kondisi tersebut menjadi hal positif
bagi para pedagang. Memang tidak ada salahnya juga bila ada pedagang luar yang
berjualan di Cipakem, tapi kebiasaan seperti itu akan berdampak buruk untuk masyarakat
Cipakem, cara hidup seperti itu menunjukan kondisi masyarakat ke arah budaya
dan prilaku yang konsumtif.
Terlepas dari
itu, masyarakat sendiri banyak yang berprofesi sebagai pedagang, tapi
kebanyakan dagang di perantauan. Maka sangat disayangkan jika saat di Cipakem
hanya menjadi tempat persinggahan saja, lalu kembali lagi merantau. Yang seharusnya
profesi tersebut bisa juga dikembangkan di desa.
![]() |
| Sumber gambar dari Google |
Umumnya pedagang yang datang ke Cipakem berjualan
kebutuhan pokok, perabotan, jajanan anak, dan sebagainya. Yang pada dasarnya
pedagang hanya memenuhi permintaan pasar yaitu masyarakatnya, Sebenarnya
pedagang yang berdatangan ke Cipakem banyak menjual kebutuhan yang masyarakatpun
bisa memperolehnya tanpa mengandalkan pedagang dari luar, misalnya ada pedagang
yang berjualan jagung atau sayuran, padahal masyarakat sendiri bisa
memperolehnya dari hasil perkebunan karena daerahnya memang cocok untuk
berkebun.
Kondisi tersebut bisa dijadikan peluang usaha oleh
masyarajat Cipakem agar lebih produktif, atau setidaknya untuk memenuhi
kebutuhan yang sekiranya oleh dan dari masyarajat sendiri, sehingga berdampak
pada kemajuan perekonomian desa.



Komentar
Posting Komentar