Sandag, Dusun Terpencil Dari Desa Yang Terpencil
![]() |
| Ilustrasi anak sekolah menyusuri jalan setapak dengan medan jalan yang belum nyaman dan aman untuk dilalui sumber: google |
Cipakem adalah suatu desa yang di kelilingi perbukitan, yang jauh dari pusat keramayan, dan salah satu desa terbesar di kabupaten kuningan. Selain daerahnya yang luas, juga menyuguhkan pemandangan yang tidak kalah menarik jika di lihat dari alamnya yang subur dan memanjakan mata.
Daerah yang terdiri dari beberapa dusun atau kampung-kampung yang jaraknya saling berjauhan, juga meskipun cipakem desa paling luas wilayahnya, tetapi masih terdapat berbagai persoalan yang menjadi hambatan dalam menjaga keharmonisan bermasyarakat di kawasan pedesaan. Dimana pembangunan infrastruktur jalan yang belum merata menjadi keluhan masyarakat di pedusunan. Seperti disalah satu kampung yang terletak di sebelah timur (wetan) desa Cipakem yaitu dusun Sandag dengan jumlah penduduk terdiri dari 27 kepala keluarga (kk), sampai saat ini belum mempunyai akses jalan ke pusat pemerintahan desa cipakem. Padahal secara administratif wilayah masih termasuk desa cipakem yang harus di penuhi hak dasarnya. Yaitu mendapatkan keamanan dan kenyaman dalam kehidupan sehari-harinya.
Dalam usahanya warga sandag sudah melakukan pengajuan kepada pemerintahan desa cipakem, hal itu sudah di ajukan dari sejak jamannya kuwu Ero, namun sampai dimasa pemerintahan kepala desa Uci Sanusi , saat ini belum ada realisasinya untuk melakukan pembangunan.
Berbagai keluhan di sampaikan oleh warga sandag, karena untuk akses ke desa harus berputar ke daerah Galaherang dan Mekarsari dengan jarak dan waktu tempuh lumayan jauh sampai satu setengah jam perjalanan, padahal jika akses jalan di bangun melewati kaki gunung karang, hanya membutuhkan waktu 30 menit yang di tempuh dengan berjalan kaki. Jelas sekali efektifitas perjalanan sangat jauh, hal tersebut tentu berdampak pada produktifitas kerja hubungan masyarakat sandag dengan wilayah desa cipakem.
“ Kapungkur, keur jaman na kuwu Ero, anjena ngajanjikeun, rek ngabantu nyien akses jalan Sandag, tapi sampe dua periode ngajabat, pembangunan jalan Sandag can di realisasikeun, bahkan nepi ayeuna”. Keluh salah satu warga, yang juga sebagai ketua Rukun Tetangga (RT).
Apakah kita selaku masyarakat cipakem tega melihat salah satu dusun tidak mempunyai akses jalan?
Tentunya tidak, karena bagaimanapun kita tidak tega dan tidak adil melihat saudara-saudara kita tidak bisa merasakan akses jalan dari kampung ke desanya sendiri.
Masyarakat sandag bukan tidak mau melakukan pembangunan jalan, tetapi mereka sudah malas berulangkali mengusulkan tentang pembangunan jalan tetapi tidak di respon oleh pemerintah.
Untuk itu kita sesama warga Cipakem mari bekerjasama bahu-membahu, menciptakan masyarakat yang peduli dan mencari jalan keluar supaya dusun sandag bisa memiliki akses jalan langsung ke desa.
Penulis: Tidak diketahui



terimakasih infonya, jangan lupa kunjungi website kami http://bit.ly/2C1Vcor
BalasHapus